MILAD KPMIP dan HUT Pohuwato Serta Harapannya

0
1256

GP Tajuk – Sebagai salah satu organisasi paguyuban yang berorientasi pada pengkaderan, Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Pohuwato (KPMIP) mempunyai sebuah impian yang besar untuk mencetak kader-kader yang cerdas, loyal, dan mampu menjadi pemimpin untuk masa depan Bumi Panua.

Dimana dalam sejarahnya, organisasi ini hadir bermula dari pada keresahaan aktivis akhir Tahun 90 an dan awal Milenium yakni Tahun 2000, karena melihat SDM pada kala itu masih dalam kategori tertinggal. untuk itu para aktivis membentuk sebuah paguyuban untuk melepas belenggu ketertinggalan tersebut guna men-sejajarkan diri dari Daerah-Daerah berkembang lainnya.

Sekarang organisasi ini sudah berhasil mewujudkan tujuan tersebut, dan KPMIP akan terus melaksanakan tujuan itu dengan cara yang dinamis dialektis. Sampai pada saat ini organisasi KPMIP sudah ada pada puncaknya, yang mana sudah terbentuk PB yang tentunya sudah memiliki berbagai cabang di seluruh Republik Indonesia. Diantaranya cabang kota Gorontalo, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, Makassar, Palu, Limboto, dan Manado.

Dari seluruh cabang tersebut sudah tentu memiliki kader yang loyal cerdas dan progresif yang tentunya sangat mencintai dengan darah daging untuk organisasi KPMIP dan Daerahnya.

Kini, KPMIP akan melewati masa remajanya. Dimana pada tanggal 22 Februari 2022 mendatang Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Pohuwato ini genap berusia 20 tahun. Berbagai macam intrik lahir dengan harapan agar paguyuban ini tetap eksis serta menguatkan kemajuan SDM dan berorientasi pada kemajuan berpikir setiap kader.

Memasuki usianya yang ke 20 Tahun, harapan demi harapan mulai lahir tentang apa sebenarnya yang terjadi dengan Bumi Panua yang kita cintai ?. berbagai macam isu Daerah baik Pecahnya hubungan Bupati dan Wakil Bupati, investasi bodong, persoalan lingkungan yang tak terbendung kerusakannya serta banyaknya persoalan lainnya yang belum terselesaikan.

Menurut pendapat saya, hal yang utama sebagai ciri adanya bangsa atau sebuah daerah adalah memiliki teritorial. Untuk itu, teritorial tersebut harus terjaga dan jangan sampai ‘Sumber Daya Alam’ kita diambil alih orang lain serta ‘sawah’ dan ‘ladang’ kita pun bisa habis.

Hal itu jangan sampai terjadi. Karena itu Paguyuban Kita (KPMIP) dan Pemimpin Daerah serta organisasi lainnya harus duduk bersama untuk mampu memperhatikan hajat hidup Masyarakat Bumi Panua, sehingga mereka tetap bisa hidup di rumahnya sendiri dengan nyaman.

Kerjasama dalam membangun Pohuwato sangatlah penting, jangan sampai akan lahir sebuah persepsi tentang sebuah gejala kalau Pribumi jadi keterpinggiran. Hal tersebut pun mau tidak mau harus diakui. Namun, kondisi tersebut lebih dikarenakan oleh kemampuan dan kapabilitas dari setiap individu masyarakat serta peran kita sebagai Generasi Emas Bumi Panua.

Saya pun berharap, sosok pemimpin terpilih itu yang bisa mengobati, karena bagaimana pun juga sosok pemimpin Kabupaten Pohuwato itu adalah orang yang dibutuhkan oleh Masyarakat Kabupaten Pohuwato secara keseluruhan. Dan dia harus paham masalah-masalah yang belum selesai kedepan itu seperti apa dan harus mampu menyelesaikannya.

Sebab banyak yang beranggapan bahwa Kabupaten Pohuwato tidak mampu untuk survive. Untuk itu, kita harus berupaya terus bagaimana Masyarakat Bumi Panua kita semakin cerdas dan mampu bersaing.

Jangan sampai persepsi tentang sebuah gejala kalau Pribumi jadi keterpinggiran itu terbukti, mungkin halk itu disebabkan oleh Jati Diri kita sudah mulai menghilang.

Kepengurusan PB KPMIP yang sekarang di nahkodai oleh Yopin Polutu saat ini mulai menyerukan kepada setiap cabang yang tersebar diwilayah Indonesia untuk dapat proaktif untuk melakukan kegiatan dengan cara membuat lingkaran yang berbentuk panggung-panggung diskusi dalam rangka memperingati Milad ke 20 KPMIP pada tanggal 22 Februari mendatang.

Selamat BERMILAD organisasi KPMIP tercinta, semoga di usiamu yang bertambah dewasa ini, akan menjadi organisasi yang lebih maju dengan kader – kader yang progresif dan inovatif serta loyal.

 

Oleh : Rifaldi Busura

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here