Warga Minta Yeyen Jangan Over Dosis Bicara Jembatan Bulo Bulondu

0
622

GP Bone Bolango – Pernyataan salah satu anggota DPRD Provinsi Gorontalo Yeyen Sidiki disalah satu media Online yang bermarkas di Tanjung Barat Lama Jakarta Selatan, menyulut emosi warga.

Jamal Usman, Tokoh Pemuda Desa Boludawa Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango yang memprotes atas pernyataan Yeyen. Menurutnya apa disampaikan Yeyen, tidak sesuai kenyataan dilapangan, sehingga warga menilai Dia terkesan asal bicara.

Yang lebih disayangkan Jamal, pernyataan Yeyen tanpa bertanya dan mencari informasi ke warga atau ke instansi dan lembaga terkait, sebelum menyampaikan perkataannya kehadapan publik.

“Hanya pemerintah daerah khususnya pemerintah provinsi yang terlihat serius untuk membantu masyarakat, yang lain sebatas kata-kata ini dan itu, apa bisa persoalan banjir diatasi dengan kata-kata ? Solusinya apa ? Bantuannya mana ? Jangan seperti guntur dilangit berbunyi kencang tanpa ada tetesan hujan” demikian petikan pernyataan Yeyen dalam sebuah media berita online.

Jamal yang rumahnya terdampak banjir itu menceritakan, pasca bencana banjir yang merendam pemukiman warga dan menyebabkan jembatan Molintogupo putus. Pemerintah Bone Bolango melalui satgas Tagana, Polri dan TNI, serta lembaga pemerintah daerah lainnya, langsung turun memberikan bantuan. Bahkan semua Ormas bahkan Parpol juga ikut memberikan bantuan materi maupun tenaga.

Klaim yang Yeyen yang menyebut hanya Pemerintah Provinsi yang serius membantu masyarakat saat bencana banjir, adalah pernyataan yang tidak etis dan tidak patut disampaikan seorang anggota dewan

Menurut Jamal, pernyataan Yeyen telah membenturkan sesama pemerintah daerah. Sebab lebih menonjolkan sisi pemerintah yang satu dan meniadakan apa yang telah dibuat pemerintahan dan lembaga-lembaga lainnya. Padahal peran dan kedudukan masing-masing pemerintah daerah sudah diatur dalam rangka otonomi daerah.

Jamal berharap kedepannya Yeyen agar pintar menjaga lisan dan arif menggunkana logika akal sehat agar tidak over dosis berbicara.

Sebagai Anggota DPRD, Yeyen diminta untuk menjaga etika berbicara, agar tidak mencoreng reputasi, kredibilitas, kapasitas dan kehormatan lembaga DPRD PRovinsi Gorontalo sebagai lembaga yang berbicara mengatasnamakan rakyat.

Idealnya jika apa yang menjadi keresahannya diangkatnya adalam forum rapat di DPRD, karena sebagai anggota DPRD di diberikan fungsi dan wewenang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di Dapilnya

Menurut Jamal, Langkah Yeyen lebih cocok disebut sebagai anggota LSM. Sebab cara ditempuh Yeyen tidak jauh berbeda dengan cara yang digunakan oleh oknum LSM, membangun wacana publik untuk mempresur lahirnya kebijakan publik. Padahal sebagai anggota DPRD dia bisa menggunakan hak-hak konstitusionalnya, untuk memperjuangkan apa yang disampaikannnya ke hadapan media.

Penyataan Yeyen yang mengesankan upaya Pemerintah Daerah Bone Bolango mengkoordinasikan pembangunan sejumlah Jembatan hanya sebuah karya kata lantaran belum ada tidak lanjutnya. Juga menuai protes.

“Buat apa foto sama menteri, foto dibantaran sungai, mendatangkan Wakil Menteri tapi anggarannya tak kunjung sampai ke daerah ? Jangan hanya bicara tapi tak ada realisasinya”. Kata Yeyen sebagaimana dikutip pada media berita online.

Sekali lagi Jamal menyayangkan pernyataan Yeyen yang tidak sesuai kondisi faktual dilapangan.

Jamal yang letak kediamannya tak berada jauh dari lokasi Jembatan Bulobulondu yang disoroti Yeyen itu menceritakan, Setelah dikunjungi Direktur Jembatan Kemetrian PU dan di susul kemudian oleh Wakil Menteri PUPR beberapa hari lalu, Balai Jalan Kemetrian PU sedang melakukan pekerjaan perbaikan Jembatan Bulobulond tersebut.

Jamal justru mengeluhkan sikap Yeyen yang tidak pandai berterimakasih dan menghargai upaya pemenuhan aspirasi warga yang ditempuh Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel dan Pemerintah Bone Bolango ke kemetrian PU yang telah memperoleh tidak lanjut kongkrit.

Jamal mengeluhkan sikap kritis Yeyen yang tidak pada tempatnya. Pasalnya, warga telang berulang kali menyampaikan aspirasi perbaikan jembatan Bulobulondu, ke Pemerintah melalui kegaitan serap aspirasi anggota DPRD maupun Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda). Namun tidak ada tindak lanjut.

Jembatan Bulondu adalah salah satu proyek mangkrak yang dikerjakan Tahun 2008 silam, dijaman Bupati Bone Bolango sebelumnya Ismet Mile, Sebagaimana isi kontrak, Proyek itu dikerjakan PT. CMP dan kontraknya ditandatangani oleh Rusli Habibie selaku direktur pada saat itu. Nilai kontrak mencapai 7,3 Miliar yang meliputi pembangunan jembatan dan jalan akses jembatan.

Jamal Menceritakan, Setelah dibangun jembatan itu mengalami gagal fungsi. Karana sudah tidak bisa diakses oleh masyarakat. Lantaran, sebagaian badan jalan hilang oleh erosi, akibat abrasi arus sungai Bone. Sesuai fakta, memang tidak terdapat talud sungai untuk mengamankan konstruksi jembatan dari sapuan arus air.

Oleh masyarakat, dibuatkan jembatan bentang darurat dari batang kelapa. Jembatan darurat yang dibangun warga dan pemerintah desa setempat itu rusak kembali, akibat curah hujan yang tinggi dan menyebabkan banjir baru-baru ini.

Saat ini jembatan tersebut, sedang dikerjakan oleh Balai Jalan dan Jembatan Kementrian PU, setelah sebelumnya Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel memfasilitasi Bupati Bone Bolango Hamim Pou bertemu Menteri PUPR di Jakarta pekan lalu.

Konsruksi jembatan yang sedang dibangun untuk menggantikan jembatan kelapa yang menghubungkan jalan dan jembatan Bulobulondu itu menggunakan konstruksi jembatan biley dengan material baja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here