Bongkar atau Mundur ! Kevin Lapendos Tuding Kapolda Gorontalo Tutup Mata soal Mafia Batu Hitam

Gopublish.co.idGorontalo. Teriakan tuntutan perubahan kembali menggema di halaman Mapolda Gorontalo. Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Gorontalo (AMPPG), yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan Kevin Lapendos, menggelar aksi demonstrasi jilid ke-5 menuntut penuntasan kasus penyelundupan batu hitam yang diduga melibatkan jaringan mafia besar di Bone Bolango.

Dalam aksi yang berlangsung panas ini, Kevin Lapendos mendesak Kapolda Gorontalo dan Dirkrimsus Polda untuk tidak lagi bermain aman atau membungkam isu demi kenyamanan oknum tertentu. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah menyerahkan empat nama terduga pelaku penyelundupan : Warsono, Kendi, Robert, dan Sony, namun hingga kini, penegakan hukum seolah berjalan di tempat.

“Kami sudah beberkan nama-nama kuat yang patut diduga sebagai mafia batu hitam. Bahkan pada aksi sebelumnya, 14 Mei 2025, saya tegaskan ada tiga kontainer batu hitam tertahan di Pelabuhan Anggrek yang akan diberangkatkan ke Tanjung Priok. Tapi hingga sekarang, tidak ada langkah hukum nyata dari Polda,” seru Kevin dengan nada tegas.

Aliansi menilai lambannya respons aparat bukan hanya bentuk pembiaran, namun juga membuka ruang bagi dugaan keterlibatan oknum tertentu dalam lingkaran penyelundupan. Hal ini menurut mereka menunjukkan adanya skenario pembiaran sistematis.

“Kalau Polda tidak bertindak, publik bisa menduga keras bahwa ada permainan kotor di balik diamnya institusi penegak hukum,” lanjut Kevin.

Tak hanya itu, Kevin juga mengungkap tindakan premanisme terhadap seorang Ketua LSM yang diketahui berupaya membongkar praktik penyelundupan tersebut. Serangan ini menjadi bukti nyata bahwa perjuangan melawan mafia batu hitam dibayar mahal oleh para pejuang sipil.

“Seorang Ketua LSM diserang karena mencoba menggagalkan pengiriman batu hitam. Ini bukan sekadar kriminal, ini intimidasi terhadap pejuang rakyat. Di mana keberpihakan Polda terhadap para aktivis?” ujarnya geram.

Aksi ini bukan yang pertama dan dipastikan bukan yang terakhir. AMPPG menegaskan akan terus turun ke jalan hingga ada tindakan hukum transparan, bukan sekadar wacana atau janji kosong. Mereka mendesak Polda segera menangkap para pelaku dan membongkar jaringan mafia batu hitam yang telah mencoreng penegakan hukum di Gorontalo.

“Jika Kapolda dan Dirkrimsus terus bungkam, maka lebih baik lengser! Kami butuh pemimpin yang berani menegakkan hukum, bukan yang takut terhadap mafia,” tutup Kevin Lapendos dalam orasinya.

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Gorontalo pun mengancam akan membawa isu ini ke tingkat nasional bila Polda Gorontalo tak kunjung bertindak tegas.

Show More
Back to top button