Warga Pentadu Timur Geger, Ikan Bukurasi Muncul di Perairan Dangkal Pantai Pelabuhan Tilamuta

GP BOALEMO – Desa Pentadu Timur, Dusun II, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, mendadak menjadi pusat perhatian warga setelah kemunculan fenomena langka di perairan Pantai Pelabuhan Tilamuta. Puluhan ekor ikan bukurasi (atau dikenal juga sebagai ikan tuna sirip kuning) terlihat berenang di pinggiran pantai, tepat di kawasan Pelabuhan Tilamuta, Jumat (16/3/2026) siang.
Kemunculan ikan-ikan tersebut sontak menggegerkan warga setempat. Pasalnya, ikan bukurasi dikenal sebagai jenis ikan yang biasanya hidup di laut dalam dan jarang sekali mendekati wilayah pesisir, apalagi hingga ke area pelabuhan yang menjadi jalur transportasi warga.
Informasi yang media kumpulkan di lokasi, fenomena ini pertama kali diketahui oleh sejumlah nelayan yang sedang bersiap melaut. Mereka dikejutkan dengan riak air di permukaan yang ternyata disebabkan oleh gerombolan ikan bukurasi.
“Tadi sekitar jam 13.00 Wita, kami lihat ada gerombolan ikan besar di pinggir. Setelah didekati, ternyata ikan bukurasi. Ukurannya bervariasi, ada yang kecil dan ada yang cukup besar,” ujar Epong, salah seorang saksi mata di lokasi.
Warga yang mendengar kabar tersebut pun langsung berdatangan ke Pelabuhan Tilamuta. Beberapa di antaranya membawa alat pancing sederhana bahkan jaring untuk menangkap ikan-ikan tersebut. Suasana riuh rendah pun mewarnai Pelabuhan Tilamuta yang biasanya hanya menjadi tempat aktivitas bongkar muat dan sandar perahu nelayan.
Salah satu kejadian menarik yang menyita perhatian warga adalah kemunculan dua pusaran air di tengah gerombolan ikan bukurasi. Fenomena ini pertama kali disadari oleh sejumlah warga yang sedang bersiap menebar jala di lokasi kejadian.
“Saya perhatikan ada dua pusaran air yang cukup jelas, seperti air berputar-putar gitu. Biasanya itu pertanda ada gerombolan ikan besar di bawahnya,” ujar ndango salah satu warga yang menyaksikan fenomena itu.
Momen ini pun menjadi perhatian utama bagi para nelayan yang berada di lokasi. Beberapa di antaranya langsung bersiap dengan jala yang telah mereka siapkan, berharap bisa menangkap ikan bukurasi dalam jumlah banyak.
Namun, nasib berkata lain. Ketika jala ditebarkan tepat di lokasi pusaran air tersebut, ikan-ikan bukurasi yang semula terlihat justru bereaksi cepat. Dalam sekejap, gerombolan ikan itu berpecah dan menyebar ke segala arah, membuat jala yang ditebarkan hanya berisi air tak membuahkan hasil.
“Sudah pasang strategi, lihat pusaran air langsung tebar jala. Tapi ternyata ikan-ikannya cepat sekali bereaksi. Begitu jala nyentuh air, mereka langsung buyar ke kiri dan kanan. Kami hanya bisa geleng-geleng kepala,” cerita Epong, saksi mata yang turut menyaksikan adegan tersebut.
Kejadian ini sontak membuat warga yang lain tertawa sekaligus kecewa. Meski demikian, suasana tetap meriah karena warga terus berupaya menangkap ikan dengan berbagai cara, mulai dari pancing hingga jala tradisional.
Kemunculan ikan bukurasi di perairan dangkal masih menjadi teka-teki. Beberapa warga mengaitkannya dengan mitos atau pertanda tertentu. Namun secara ilmiah, fenomena ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perubahan suhu permukaan laut, arus yang membawa plankton sebagai makanan ikan hingga ke pesisir, atau adanya predator besar di laut dalam yang membuat ikan-ikan tersebut lari ke perairan dangkal.
Hingga berita ini di terbitkan, Pantai Pelabuhan Tilamuta masih dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung fenomena langka tersebut. .







