Merasa Salah dan Khilaf atas Perbuatanya, Lahmudin Hambali dan Wahyudin Moridu Sampaikan Permohonan Maafnya

0
926

GP Boalemo – Pasca ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menyeret Anggota Legislatif (Aleg) DPRD Kabupaten Boalemo, Lahmudin Hambali, dan Wahyudin Moridu, kini telah selesai menjalani rehabilitasi selama tiga bulan.

Diketahui, Lahmudin Hambali dan Wahyudin Moridu kini telah menginjakkan kaki kembali ke Bumi Damai Bertasbih, Kabupaten Boalemo.

Saat ditemui di Rumah Dinasnya, Lahmudin Hambali mengakui bahwa pada tanggal 18 Maret kemarin, dirinya bersama rekan Anggota legislatif dan ASN telah tertangkap karena diduga menggunakan narkoba jenis sabu. Karena ulah tersebut, mereka harus menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Bhayangkara selama 3 Bulan.

Namun, masa rehabilitasi yang dijalani mereka tidak mencapai tiga bulan. Karena, menurut Lahmudin, mereka telah berkelakuan baik dan diijinkan untuk pulang, dengan syarat wajib lapor selama dua minggu sekali di Rumah Sakit Bhayangkara.

Atas perbuatanya tersebut, mewakili pribadinya dan sebagai wakil rakyat, Lahmudin Hambali menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Boalemo.

“Selama beberapa bulan saya tidak dilihat oleh masyarakat, ini karena ulah saya sendiri. Saya akui, memang telah terjadi penangkapan pada tanggal 18 Maret 2020. Berdasarkan kasus ini, saya tidak akan menyalahkan siapapun, ini mutlak salah saya sendiri. Olehnya, kepada masyarakat dan kepada seluruh pihak, saya memohon maaf atas segala kesalahan ini,” kata Lahmudin.

Lahmudin menegaskan bahwa perbuatan yang menimpa dirinya tersebut bukan merupakan salah dari siapapun. Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat agar tidak mencari siapa dalang dari kasusnya itu.

“Tidak perlu mencari kambing hitam atas perbuatan saya. Ini murni karena kesalahan saya, dan semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi saya, dan khususnya masyarakat Kabupaten Boalemo. Sekali lagi saya tekankan, ini bukan salah siapa-siapa. Ini murni salah saya, dan saya yang melakukan itu. Sekali lagi saya memohonkan maaf kepada seluruh masyarakat,” tegasnya.

Terkait kasus yang menimpa dirinya, Lahmudin mengungkapkan bahwa dirinya siap menerima hukuman serta cemoohan dari masyarakat.

“Sanksi apapun yang nantinya akan saya dapatkan, termasuk cemoohan di media maupun dimana saja, saya kira sebagai orang yang melakukan kesalahan dengan senang hati dan berbesar hati, saya menerima teguran tersebut. Intinya, hukuman apapun saya akan siap menerima itu,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Wahyudin Moridu. Dirinya menyampaikan bahwa persoalan yang menimpanya beberapa waktu lalu, murni kehilafan dirinya. Olehnya Wahyu berharap semoga ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi dirinya.

“Pada dasarnya sebagai manusia biasa saya Wahyu Moridu secara pribadi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada rakyat Boalemo atas persoalan yang menimpa saya beberapa waktu lalu, hal ini murni kehilafan saya, olehnya saya berharap semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi saya dan bisa memotifasi saya untuk lebih baik lagi kedepan,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here