Diduga Halangi Wartawan, Kepala DLHK Bantah Keras: “Rapat Tidak Tertutup!”

Gopublish.co.id – Terkait isu mengenai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) yang diduga menghalang-halangi tugas wartawan, Kepala DLHK Faizal Lamakaraka akhirnya memberikan klarifikasi dan bantahan pada (20/11/2025).

 

Saat pihak redaksi menghubungi Kepala DLHK Faizal Lamakaraka melalui WhatsApp untuk mengonfirmasi Terkait pemberitaan, Faizal membantah isuh tersebut. Ia menjelaskan bahwa pada kegiatan sehari sebelumnya, para wartawan sebenarnya telah menghubungi dirinya. dan Ia juga mengaku sudah meminta agar wartawan dipersilakan masuk dan meminta mereka menyampaikan bahwa komunikasi dengannya telah dilakukan.

“Kemarin siang ada rapat adendum Amdal, Pani bersama tambang (PT PBT). Petugas penerima tamu di kantor ini menyesuaikan orang yang masuk berdasarkan undangan. Nah, yang tidak ada dalam daftar, maka tidak diizinkan masuk. Berselang beberapa menit, wartawan menghubungi saya via WA. Saya langsung telepon dan bilang masuk saja, bilang saja sudah telepon saya. Rapat itu juga bukan rapat tertutup. Eh, baru saja saya bicara di telepon, tiba-tiba berita sudah beredar,” ujar Faizal melalui pesan WhatsApp.

 

Lebih lanjut, Faizal menjelaskan bahwa rapat tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tim ahli dan konsultan yang ditunjuk oleh PT Pusaka Bumi Transportasi. Di antaranya Prof. Rauf Hattu, Prof. Arifin Tahir, Dr. Irwan, Dr. Nurdin Mokoginta, Dr. Rustamrin Akuba, dan Dr. Djamal, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pohuwato.

 

Faizal menambahkan bahwa tak lama setelah isu tersebut berkembang, pihak DLHK telah melakukan klarifikasi dan bertemu dengan beberapa wartawan terkait.

 

Namun sangat di sayangkan, pada akhir percakapan, ketika pihak redaksi menanyakan apakah benar ada permintaan dari DLHK agar wartawan menghapus sejumlah pemberitaan yang telah tayang, Faizal tidak memberikan jawaban yang jelas. Ia hanya menanggapi singkat, “Hasil klarifikasi kemarin, kami boleh saja jika ingin mengklarifikasi pemberitaan yang beredar. Itu yang disampaikan kabid saya saat klarifikasi.”

 

 

Show More
Back to top button