8 Kepala Desa di Boalemo Dilantik, Bupati: Jangan Langgar Fakta Integritas

GP BOALEMO – Sebanyak delapan kepala desa resmi dilantik oleh Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau pada Kamis (11/3/2026). Pelantikan yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo ini terdiri dari 6 Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) dan 2 Penjabat Kepala Desa.
Acara pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali, S.Sos, M.Si, Asisten I Setda Boalemo Ir. Roswita Manto, M.Si, Kepala Dinas Sosial dan PMD Syafruddin Lamusu, SE, MM, serta para camat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Rum Pagau menekankan bahwa jabatan kepala desa adalah sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan para kepala desa yang baru dilantik untuk tidak menyalahgunakan wewenang yang diberikan.
“Jabatan kepala desa merupakan amanah, tolong dijaga dan dijalankan dengan baik. Jangan semena-mena untuk melaksanakan tugas, jabatan ini hanya sementara. Olehnya itu, saya minta jangan sampai terjadi hal-hal yang sudah ditandatangani dalam fakta integritas, jangan sampai fakta integritas yang sudah ditandatangani anda langgar sendiri, sebab ada yang menandatangani itu melanggar. Sehingga fakta integritas yang anda tandatangani baca kembali di rumah, kemudian jalankan dengan baik,” ujar Bupati.
Selain soal integritas, Bupati juga menyoroti permasalahan data BPJS Kesehatan di Kabupaten Boalemo. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 22.000 warga Boalemo yang terdaftar sebagai peserta BPJS namun dinonaktifkan oleh BPJS pusat. Ribuan warga tersebut tersebar di tujuh kecamatan dan 82 desa.
“Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari kepala desa dan camat. Untuk mengembalikannya kita harus memverifikasi dulu di masing-masing desa, tetapi yang memverifikasi Badan Pusat Statistik dan Dinas Sosial yang didampingi camat dan kepala desa. Kenapa ini dilakukan, karena menurut dari pusat bahwa ada kesalahan-kesalahan data yang diberikan, sehingga data ini perlu diperbaiki kembali,” jelas Bupati.
Bupati menjelaskan bahwa dari total 22.000 peserta yang dinonaktifkan, sebanyak 2.000 orang sudah berhasil diaktifkan kembali oleh BPJS pusat. Sisanya sebanyak 20.000 orang masih menunggu proses verifikasi data.
“Saya berharap kepada kepala desa Pengganti Antar Waktu maupun penjabat kepala desa yang baru dilantik, benar-benar menjalankan tugas dengan baik, jangan sampai amanah yang diberikan oleh masyarakat anda sia-siakan,” tuturnya.







