Trending

Bank SulutGo Bobrok! Kredit Bermasalah Rp328 Miliar Bisa Sedot APBD Sulut-Gorontalo

GP Gorontalo – Skandal kredit macet di Bank SulutGo mencuat bak bom waktu setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membongkar borok manajemen kredit senilai Rp328,77 miliar. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan 2023 itu menelanjangi praktik pengelolaan bank yang amburadul, memicu gelombang kemarahan publik serta sorotan tajam aktivis antikorupsi yang menilai kasus ini sudah bukan lagi sekadar kesalahan internal, melainkan ancaman serius terhadap keuangan daerah.

Koordinator Front Pemberantas Korupsi Gorontalo (FPI-G), Fahrul Wahidji, menegaskan praktik pemberian kredit tanpa prinsip kehati-hatian di Bank SulutGo adalah bentuk kelalaian fatal manajemen yang jelas-jelas mengancam keuangan negara.

“Bank SulutGo ini bukan perusahaan swasta biasa. Modalnya bersumber dari pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Sulut serta Gorontalo. Kalau sampai ratusan miliar macet, yang rugi adalah masyarakat,” tegas Fahrul, Senin (8/9/2025).

Fahrul juga menuding lemahnya pengawasan internal Bank SulutGo yang terbukti tak mampu mencegah penyimpangan sejak awal. Ia mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar tidak main aman dengan sekadar memberi teguran administratif, melainkan harus turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem manajemen kredit bank tersebut.

“Kami curiga ada permainan antara pihak manajemen bank dengan debitur nakal. Jika dibiarkan, ini bisa jadi skandal keuangan daerah terbesar di Sulawesi Utara dan Gorontalo,” ujarnya.

Temuan BPK semakin mempertegas kegagalan Bank SulutGo dalam menerapkan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition) saat menyetujui kredit. Restrukturisasi yang seharusnya menyelamatkan justru memperlebar peluang gagal bayar.

Akibat ulah manajemen yang sembrono, kerugian tidak hanya membebani neraca bank, tetapi juga berpotensi menyedot APBD Sulut dan Gorontalo sebagai pemegang saham utama.

“Ini bukan sekadar masalah internal bank. Ini masalah publik. Kalau tidak segera dibenahi, masyarakatlah yang jadi korban,” pungkasnya.

Show More
Back to top button