Diduga Diancam, Aktivis Gorontalo Laporkan Mantan Direktur RS ke Polisi

Gopublish.co.idGorontalo, Beberapa waktu lalu, terjadi insiden dugaan pengancaman terhadap sejumlah aktivis di Gorontalo. Dugaan pengancaman tersebut diduga dilakukan oleh seorang mantan direktur salah satu rumah sakit di Provinsi Gorontalo.

Peristiwa ini bermula ketika sekelompok aktivis yang dipimpin oleh Dicky Modanggu menggelar aksi demonstrasi di Gorontalo. Aksi tersebut menyoroti isu dugaan beredarnya video amoral yang diduga melibatkan dua oknum anggota DPRD, di Provinsi Gorontalo.

 

Usai aksi demonstrasi, para aktivis mengaku menerima undangan pertemuan dari pihak terduga, yang diketahui merupakan ayah dari salah satu oknum anggota DPRD yang dimaksud. Dalam pertemuan tersebut, pihak terduga menyatakan bahwa isu pemberitaan yang beredar di masyarakat merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks serta dinilai telah dilebih-lebihkan.

 

Selain itu, ia juga menyampaikan pandangannya bahwa adegan ciuman yang melibatkan dua orang yang belum terikat dalam status pernikahan merupakan hal yang wajar.

 

Namun, dalam pertemuan itu pula, pihak terduga diduga melontarkan pernyataan yang dinilai para aktivis sebagai bentuk ancaman. Ia menyebutkan bahwa tim dari oknum yang dimaksud, yakni anaknya, telah mengantongi nama serta alamat para aktivis.

“Jujur saja Dek Dicky, kau orang Gorut kan? Kau ini sudah masuk, semua alamat sudah jelas di timnya. Saya bukan menakut-nakuti, dek. Pemilihnya itu anak-anak Spanggal,” ujarnya.

 

Pihak terduga juga menambahkan bahwa dirinya memiliki massa tandingan yang hingga kini sengaja belum dikerahkan. Ia menyebutkan, apabila massa tersebut dilepaskan, hal itu dikhawatirkan dapat membahayakan Dicky.

“Sengaja juga, Dek Dicky, kita belum lepas massa di sana. Massa tandingan habis ngana. Berapa ngana pe kekuatan?” pungkasnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Dicky mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan dugaan pengancaman tersebut ke Mapolresta Kota Gorontalo pada 5 Desember 2025. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian.

 

Ia menegaskan, apabila Polresta Kota Gorontalo tidak segera menindaklanjuti laporan tersebut, dirinya bersama rekan-rekan aktivis akan turun ke jalan untuk mendesak aparat kepolisian agar segera memproses kasus tersebut.

 

Menurut Dicky, persoalan ini bukan sekadar masalah biasa, melainkan bentuk dugaan upaya pembungkaman terhadap kebebasan aktivis dalam menyampaikan aspirasi.

Show More
Back to top button