Jasa Medis Cair Tak Sesuai, Nakes Merana, Direksi Sibuk Puji Koordinasi!!
GP Boalemo – Setelah tertunda sejak Januari 2025, jasa medis tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit drg. Clara Gobel (RSCG) akhirnya mulai dicairkan. Namun, pencairan tersebut justru menimbulkan kekecewaan lantaran nominal yang diterima tidak sesuai harapan.
“Bagaimana mau lega, kami sudah lama menunggu, tapi jumlah yang diberikan tidak sebanding dengan yang kami terima,” ungkap salah satu tenaga medis di RSCG dengan nada kecewa.
Ia menuturkan, keterlambatan pembayaran jasa medis membuat mereka harus berhutang demi menutupi kebutuhan sehari-hari.
“Dua bulan ini kami tidak bisa menutup hutang. Kami mencari pinjaman ke sana kemari, tapi kenyataannya pencairan tidak sesuai ekspektasi,” keluhnya.
Para tenaga medis berharap pencairan berikutnya bisa dilakukan secara penuh sesuai hak yang seharusnya diterima.
Di sisi lain, Plt Direktur RSUD Clara Gobel, dr. Wahyudin Dangkua Sp.PD, justru menyikapi persoalan ini dengan pernyataan yang terkesan normatif
Dalam pemberitaan salah satu media online, ia menjelaskan bahwa pencairan jasa medis tidak lepas dari kerja sama dan dukungan banyak pihak.
“Alhamdulillah, jasa medis BPJS akhirnya bisa dicairkan. Ini berkat koordinasi semua pihak,” ujarnya, seolah mengabaikan penderitaan yang dialami nakes selama ini.
Alih-alih meminta maaf atas keterlambatan dan ketidaksesuaian pembayaran, ia justru menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah tanpa menyebutkan langkah konkret perbaikan ke depan.
Pernyataan tersebut dinilai tidak menyentuh akar persoalan dan cenderung melempar tanggung jawab. Nakes mengharapkan sikap kepemimpinan yang lebih proaktif dan empatik, bukan sekadar ucapan terima kasih atas dasar koordinasi.







