Nanang Syawal Desak Penggantian Kadis Pariwisata Demi Penyelamatan Anggaran Boalemo

GP Boalemo – Nanang Syawal angkat bicara terkait masalah di Dinas Pariwisata yang tidak melanjutkan proyek yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Ia menjelaskan bahwa pihak kontraktor merasa dirugikan karena sudah memenangkan tender, namun tidak bisa menjalankan proyek tersebut.
“Ini terjadi karena kebijakan Kepala Dinas. Kita bisa memaklumi, mungkin ada pertimbangan lain di balik keputusan tersebut,” jelasnya.
Nanang menegaskan bahwa sebagai pemimpin, prioritas utama harus tetap bagaimana penyerapan anggaran bisa berjalan dengan baik.
“Saya dengar Pemda Boalemo akan segera melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait penyerapan anggaran daerah. Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan akan menghadapi masalah besar,” bebernya.
Ia juga menyoroti bahwa Pemda Boalemo sudah kehilangan anggaran DAK di Dinas Pendidikan dan ia khawatir hal yang sama akan terjadi di Dinas Pariwisata.
“Jangan sampai anggaran di Dinas Pariwisata hangus juga. Ini akan berdampak buruk ke depannya,” tambah Nanang.
Nanang juga meyakini bahwa jika hal ini dibiarkan, akan ada efek besar dan negatif yang akan mempengaruhi daerah, termasuk pengurangan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) dan tenaga kontrak.
“Penurunan DAK akan mengurangi Dana Alokasi Umum (DAU) yang digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur. Ini bisa merugikan Boalemo secara keseluruhan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti adanya masalah internal di Dinas Pariwisata, termasuk beberapa kali pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPTK).
“Pemerintah daerah, termasuk Bupati dan Sekda, harus segera mengambil tindakan. Hal yang terpenting adalah menyelamatkan anggaran ini. Itu yang kami minta,” tegas Nanang.
Ia menekankan bahwa upaya penyelamatan DAK ini adalah demi kepentingan Kabupaten Boalemo.
“Kami tidak berpihak kepada kontraktor, tetapi kami hanya ingin menyelamatkan dana DAK di Dinas Pariwisata untuk kebaikan Boalemo,” cetusnya.
Nanang juga mendesak agar Kepala Dinas Pariwisata segera diganti untuk menyelamatkan kondisi keuangan daerah.
“Segera ganti Kepala Dinas Pariwisata dengan yang bisa menyelamatkan kondisi keuangan Kabupaten Boalemo,” tutupnya.







