Trending

Proyek Aula Rp7 Miliar Dikbud Boalemo Terancam Jadi Proyek Kejar Tayang Akhir Tahun

GP Boalemo, Tajuk – Rencana pembangunan aula oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Boalemo dengan anggaran hampir Rp7 miliar mulai diselimuti keraguan publik. Bukan hanya karena nilainya yang jumbo, tetapi juga karena waktunya yang semakin mepet, membuka potensi klasik: proyek kejar tayang menjelang tutup tahun.

Pantauan atas dokumen perencanaan menunjukkan bahwa hingga awal Agustus, proyek ini belum menyentuh tahap fisik. Proses yang baru berjalan adalah perencanaan, sementara tahap pemilihan rekanan pasca perencanaan diperkirakan memakan waktu minimal 45 hari. Artinya, pengerjaan baru bisa dimulai paling cepat akhir September menyisakan waktu kerja efektif hanya sekitar tiga bulan sebelum tahun anggaran berakhir.

Perbandingan teknis menunjukkan, proyek infrastruktur senilai Rp5 miliar umumnya membutuhkan waktu pengerjaan hingga sepuluh bulan. Dengan nilai hampir Rp7 miliar, sisa waktu yang singkat memaksa pekerjaan berjalan ekstra cepat. Risiko yang muncul jelas: kualitas bangunan terancam, metode kerja bisa serampangan, dan pengawasan jadi lemah.

Fenomena ini bukan hal baru. Sejumlah laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di berbagai daerah menunjukkan pola serupa: proyek bernilai besar yang dimulai di ujung tahun cenderung bermasalah mulai dari spesifikasi tidak sesuai kontrak, kerusakan dini, hingga proyek mangkrak. Semua akibat tekanan menyelesaikan pekerjaan di tengah keterbatasan waktu.

Dengan anggaran sebesar ini, publik Boalemo berhak mendapatkan jaminan transparansi dan akuntabilitas penuh. Keterlambatan start proyek harus dijawab dengan strategi pelaksanaan yang jelas, bukan sekadar keyakinan lisan. Jika tidak, aula Rp7 miliar ini berisiko menjadi contoh terbaru bagaimana dana besar bisa terkuras tanpa hasil maksimal.

Show More
Back to top button