Trending

Ketahanan Pangan Polohungo Hancur: Proyek Bioflok Gagal, Ayam Raib, Rakyat Dikhianati

GP Boalemo, Tajuk – Ketahanan pangan di Desa Polohungo bukan hanya gagal, tetapi hancur berantakan di tangan para pengelola yang abai dan tidak bertanggung jawab. Program budidaya ikan lele dengan sistem bioflok yang digadang-gadang menjadi harapan desa kini berubah menjadi kubangan kosong — tak sempat panen, tak menghasilkan, hanya meninggalkan kolam-kolam terbengkalai sebagai saksi kegagalan.

Lebih memalukan lagi, proyek peternakan ayam yang seharusnya memperkuat ketahanan pangan diduga kuat menjadi ajang permainan kotor. Ratusan ayam yang dibeli dengan uang rakyat konon sudah habis dijual, tanpa jejak manfaat untuk masyarakat. Tidak ada laporan jelas, tidak ada pertanggungjawaban transparan. Apa yang terjadi di Polohungo adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

Program ketahanan pangan yang seharusnya membentengi desa dari krisis, kini berubah menjadi sumber luka dan kemarahan. Desa kehilangan potensi pangan, sementara para pengelola berlindung di balik alasan-alasan murahan.

Ini bukan hanya kegagalan administratif. Ini bentuk kesengajaan membiarkan uang rakyat hangus tanpa hasil. Jika kecurigaan atas penjualan aset desa ini terbukti, maka ini adalah tindak pidana yang harus diproses hingga tuntas.

Pemerintah Desa Polohungo sudah kehilangan kepercayaan moral. Kini saatnya aparat hukum bergerak. Audit total wajib dilakukan. Setiap rupiah yang dikorupsi, setiap ekor ayam yang dijual tanpa hak, harus dipertanggungjawabkan di depan hukum dan di hadapan rakyat.

Polohungo tidak boleh membiarkan pengkhianatan ini berlalu begitu saja. Rakyat berhak mendapatkan keadilan. Dan keadilan itu harus ditegakkan, secepatnya.

Show More
Back to top button