Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo Dorong Pelestarian Bahasa Daerah dan Pengembangan Literasi

GP Gorontalo — Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo pada Jumat (16/5) untuk membahas upaya pelestarian bahasa daerah serta pengembangan literasi di wilayah Provinsi Gorontalo. Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa lokal dan memperkuat budaya baca di tengah masyarakat.
Sekretaris Komisi IV, Ghalib Lahidjun, mengungkapkan keprihatinannya terkait menurunnya jumlah penutur bahasa daerah seperti Bahasa Gorontalo, Bahasa Suwawa, dan Bahasa Bolango, terutama di kalangan generasi muda.
“Generasi muda mulai meninggalkan bahasa daerah, sehingga penutur aktif kini lebih banyak ditemukan di kelompok usia lanjut. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius dan segera mendapat tindak lanjut dari pemerintah,” ujar Ghalib.
Selain membahas pelestarian bahasa, pertemuan juga fokus pada pengembangan komunitas literasi serta penyusunan buku cerita anak yang menggunakan Bahasa Gorontalo dan Bahasa Indonesia. Ghalib menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah agar program-program tersebut dapat berjalan efektif.
“Balai Bahasa memiliki berbagai program strategis yang perlu didukung secara konkret, seperti pengembangan bahan bacaan anak berbasis lokal dan komunitas literasi,” tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, Komisi IV berencana menyusun rekomendasi resmi kepada Gubernur Gorontalo untuk mengeluarkan kebijakan strategis terkait pelestarian bahasa daerah. Salah satu usulan utama adalah penerapan regulasi penggunaan bahasa daerah di lingkungan pemerintahan dan sekolah, khususnya pada jenjang SMA dan SMK yang berada di bawah kewenangan provinsi.
“Kami mendorong kebijakan yang mengalokasikan waktu bagi ASN maupun siswa untuk menggunakan bahasa daerah dalam aktivitas sehari-hari, guna menghidupkan kembali budaya tutur lokal yang mulai tergerus,” tutup Ghalib.
Kunjungan kerja ini menunjukkan komitmen DPRD Provinsi Gorontalo dalam bersinergi dengan berbagai pihak guna melestarikan bahasa daerah dan meningkatkan budaya literasi di daerah.







