Tujuh Bulan Hak Tenaga Medis RSCG Tak Dibayar, Sampai Kapan Mereka Harus Menunggu?

GP Boalemo – Tujuh bulan lamanya pahlawan kesehatan di RSUD Clara Gobel (RSCG) Boalemo menunggu hak mereka, namun kepastian tak kunjung datang. Di ruang-ruang perawatan, mereka tetap berjaga, menangani pasien siang dan malam. Tapi di balik masker dan senyum profesional, tersimpan keresahan mendalam: kapan jerih payah itu akan dibayar?
“Kapan akan dibayarkan? Berapa bulan nanti yang akan dibayar?”keluh seorang tenaga kesehatan, menahan kecewa.
Mereka berharap pencairan jasa medis dilakukan penuh tujuh bulan seperti yang sudah dibayarkan di RS Ainun Habibi, atau setidaknya enam bulan.
Yang lebih menyakitkan, tanggal pembayaran jasa medis selama ini tidak pernah jelas, begitu pula gaji tenaga kontrak.
“Kami tidak bisa memperkirakan kapan upah dibayar, padahal kebutuhan hidup punya tanggal tetap yang harus dipenuhi. Sementara kami harus menutupi biaya sekolah anak, cicilan, dan kebutuhan dapur setiap bulan,”ujarnya lirih.
Kelambanan ini menjadi tamparan keras bagi manajemen RSCG dan Pemerintah Kabupaten Boalemo. Keterlambatan berbulan-bulan bukanlah sekadar masalah teknis, tetapi mencerminkan lemahnya perencanaan, buruknya koordinasi, dan rendahnya komitmen pada kesejahteraan garda terdepan kesehatan. Saat rumah sakit lain bisa membayar tepat waktu, alasan regulasi di Boalemo justru menjadi tameng untuk menutupi kegagalan manajemen.
Situasi ini bukan hanya soal keterlambatan administrasi, tetapi juga soal penghargaan terhadap manusia yang mempertaruhkan tenaga, waktu, dan nyawanya demi keselamatan orang lain. Setiap hari keterlambatan adalah bentuk pengkhianatan terhadap dedikasi mereka.
Dan jika hak ini terus diabaikan, masyarakat Boalemo akan mengingatnya sebagai bukti nyata bahwa di daerah ini, pahlawan kesehatan bisa dibiarkan berjuang sendirian tanpa kepastian.






