UNIPO Kacau! Pejabat Fakultas Teknik Mundur Massal Akibat Kebijakan Pj Rektor

Gopublishco.id, – Gejolak besar kembali mengguncang Universitas Pohuwato. Fakultas Teknik yang selama ini dikenal kompak dan produktif, kini mendadak disegel dan ditinggalkan oleh para pejabat strukturalnya. Tidak hanya itu, pelayanan bagi mahasiswa pun ikut lumpuh.
Hal ini dikarenakan keputusan Pj Rektor Universitas Pohuwato yang dinilai sepihak. Hal itu sebagaimana disampaikan Dekan Fakultas Teknik, Urfan, angkat bicara dan membeberkan penyebab di balik kekacauan yang terjadi di lingkungan kampus tersebut.
Dekan Teknik UNIPO ini mengungkapkan bahwa penyegelan itu dipicu oleh perombakan struktural mendadak yang dilakukan oleh PJ Rektor tanpa koordinasi yang jelas.
“Di fakultas kita itu sebelumnya aman-aman saja, tidak ada hujan, sementara PJ Rektor diinginkan ada perombakan. Kemarin itu ada tiga orang dosen kami yang diminta konfirmasi ke ruang PJ Rektor tanpa sepengetahuan saya juga. Setelah itu mereka keluar langsung melapor ke saya, karena saya selaku pimpinan di fakultas sudah jelas kan saya yang bertanggung jawab,” ujar Urfan kepada Wartawan, Senin (27/10/2025).
Situasi mulai memanas setelah para dosen yang dipanggil PJ Rektor kembali dan meminta dilakukan rapat di tingkat fakultas. Rapat yang berlangsung alot itu akhirnya menghasilkan keputusan mengejutkan: seluruh pejabat struktural fakultas memilih mengundurkan diri secara kolektif.
“Akhirnya mereka meminta rapat di fakultas di tingkat fakultas. Kemarin sudah ada keputusan di fakultas, artinya mereka mau mengundurkan diri, tidak mau mereka ada perombakan,” jelas Dekan.
Ketika ditanya soal dasar perombakan, sang Dekan menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui hal itu dan menyebut langkah PJ Rektor tersebut tidak memiliki arah dan dasar yang jelas.
“Ini perombakan tidak jelas, kalau menurut saya kemungkinan itu karena kita banyak kritikan. Saya kan dinilai mengkritik. Kemudian Dekan Pertanian juga begitu, yang sudah di-resuffle semua itu,” ungkapnya.
Ia menegaskan, selama ini kritik yang disampaikan pihak fakultas bersifat membangun dan bertujuan memperbaiki sistem kampus. Namun, justru setelah itu, perombakan dilakukan secara sepihak.
“Di setiap rapat itu kita mengkritik yang membangun, bukan persoalan menjustice. Artinya dalam keadaan kampus kita ini kan. Sekarang kita ngotot, tadi itu kita sudah mengundurkan diri semua sebelum pelantikan. Itu mengikuti semua di tingkat fakultas, jadi kita tidak ikut pelantikan, kita keluar,” tegasnya.
Lanjutnya, Pengunduran diri massal secara tidak langsung berdampak pada pelayanan kemahasiswaan yang kini lumpuh total.
“Iyah, karena tidak ada bentuk pelayanan kepada kemahasiswaan. Kan pejabat struktural yang utama itu melayani kemahasiswaan. Jadi saya meminta mahasiswa saya mohon maaf untuk sementara kami belum bisa melayani, karena struktur kami sudah mengundurkan diri. Siapa yang melayani kan tidak ada,” katanya.
Lebih jauh, ketika ditanya apakah perombakan itu telah dibahas dalam rapat senat, sang Dekan menegaskan bahwa langkah tersebut tidak pernah dibahas dan bahkan menyalahi aturan akademik.
“Iyah harusnya kan begitu, ini yang menyalahi aturan juga. Nah sekarang juga ini kan posisinya Ibu Grety ini sebagai PJ, tidak boleh melantik jabatan struktural sebelum masa periodenya berakhir. Seharusnya definitifnya dulu baru penetapan, baru ada itu perombakan. Sehingga ini yang menjanggal, aturannya begitu,” ujarnya tegas.
Dekan Fakultas Teknik pun menutup keterangannya dengan desakan keras agar PJ Rektor Universitas Pohuwato segera dievaluasi, sebab bukan hanya Fakultas Teknik yang terdampak, tetapi juga Fakultas Pertanian yang mengalami hal serupa.
“Saya tambahkan dengan banyaknya yang mengundurkan diri para pejabat struktural, kami meminta PJ Rektor harus dievaluasi. Bukan hanya di Teknik, di Pertanian juga begitu. Memang harus dievaluasi karena berdampak pada pelayanan kemahasiswaan. Dan itu sudah saya konfirmasi lebih awal sama PJ, nanti pasti berdampak pada mahasiswa, tapi PJ Rektor tetap memaksa perombakan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih menunggu respon dari Pj Rektor yang bersangkutan.







