FARWAN MANOPPO : “BK Jangan Bungkam, Kasus Ini Sudah Jelas Melanggar Moral dan Adat”

Gopublish.co.id – terkait kasus video viral yang menyeret nama anggota Dewan perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo, yang juga sekaligus anggota badan kehormatan (BK), Alwi kusuma lapananda, dan Ketua Komisi III, DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunisa kembali mendapatkan respon dari salah seorang ketua HMJ sejarah FARWAN MANOPPO. Pada Kamis (6/12/2025).

 

Kali ini, FARWAN tidak datang dengan kecaman maupun sorotan keras, melainkan mempertanyakan alasan badan kehormatan DPRD Kota Gorontalo yang hingga kini belum mengambil tindakan. Ia menilai, kasus tersebut bukan lagi sekadar kelalaian biasa, melainkan mencerminkan runtuhnya integritas seorang pejabat serta hilangnya nilai-nilai moral dan norma keagamaan dalam lembaga tersebut.

“Kenapa sampai sekarang Badan Kehormatan DPRD belum mengambil tindakan? Saya tegaskan kembali, kasus ini bukan perkara biasa. Ini menyangkut integritas seorang pejabat serta hilangnya nilai-nilai keagamaan dalam lembaga tersebut. Bahkan buktinya sudah jelas, dan secara adat pun telah melanggar. Jadi, apa alasan Badan Kehormatan masih bungkam? Ada apa sebenarnya?”. Tanya Farwan

 

Farwan juga mengingatkan, bahwa jika kasus ini tidak segera diselesaikan dan justru terkesan ditutup-tutupi oleh pihak BK, hal itu bisa-bisa akan mengurangi kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut, bahkan dapat merusak marwah dan kredibilitasnya.

“Saya mengingatkan kepada Badan Kehormatan (BK), jangan coba-coba membungkam atau menutup-nutupi kasus ini. Jika itu terjadi, kepercayaan publik akan hilang dan marwah lembaga DPRD akan rusak,” Tegas . Farwan

 

Menutup pernyataannya Farmawan, menegaskan bahwa status Alwi sebagai anggota Badan Kehormatan tidak boleh dijadikan alasan untuk mengesampingkan aturan yang berlaku. Ia juga meminta pihak BK untuk tidak “bermain mata” dalam menangani kasus ini.

“Saya tegaskan sekali lagi, bahwa status Alwi sebagai anggota BK, jangan di jadikan alasan untuk mengenyampingkan aturan yang ada, dan jangan Coba-coba ada permainan mata dalam penanganan kasus ini”. Pungkasnya

 

Tapi sangat di sayangkan Hingga berita ini di tayangkan, pihak redaksi telah mencoba beberapa kali menghubungi pihak Alwi kusuma lapananda, via WhatsApp namun Alwi enggan untuk menanggapi

 

Show More
Back to top button