Bayi Gizi Buruk Di Boalemo Ini Dapat Perhatian Khusus Dari Aleg Riko Djaini

0
152

GP Boalemo – Ditengah merosotnya ekonomi akibat pandemi Covid-19, sangat dirasakan oleh keluarga pasangan Sahris Dikum dan Yusni Manjo, warga Dusun 6, Desa Polohungo, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo.

Pasalnya, keluarga yang tinggal di rumah berbahan bambu itu, kesulitan untuk biaya berobat anaknya berumur 11 bulan yang mengidap Gizi Buruk.

Mendengar hal ini, Riko Djaini, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boalemo, langsung menyambangi keluarga Sahris dan Yusni, usai melakukan Reses di Desa Pangi, Rabu (24/2/2021).

Riko yang juga ketua Partai Perindo Boalemo itu, kepada Fakta News mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan informasi dari seorang suster yang menangani anak Sahris dan Yusni yang mengidap Gizi Buruk.

” Jadi, setelah saya melakukan Reses ada suster yang menelfon saya. Dia meminta saya untuk membantu mencarikan solusi terkait persoalan yang dihadapi oleh keluarga Sahris dan Yusni. Sebab kata suster tersebut, mereka mengalami kesulitan biaya pengobatan anaknya yang mengidap Gizi Buruk,” Jelas Riko.

Lebih lanjut kata Riko, dirinya merasa prihatin saat mendatangi rumah Sahris dan Yusni yang hanya tinggal di rumah berbahan bambu yang sudah tidak layak huni.

Selain itu kata Riko, anak tersebut belum memiliki BPJS, sehingga keluarga Sahris dan Yusni kesulitan dalam hal biaya kesehatan.

” Karena kondisi keluarga yang kesulitan biaya, saya langsung meminta Sahris dan Yusni untuk segera membawa anaknya ke rumah sakit. Nanti saya menghubungi pihak rumah sakit. Untuk dana talangan, saya sendiri yang akan membiayai,” Ketus Riko.

Terkait dengan kejadian ini, Riko berharap kepada pemerintah daerah agar segera melihat kondisi keluarga Sahris dan Yusni. Tidak hanya itu, dia juga meminta pemerintah daerah untuk segara memberikan bantuan rumah layak huni. Apalagi pemerintah daerah banyak program bedah rumah atau bantuan rumah sederhana.

” Kalau perlu itu diprioritaskan dan meminta kepada pihak terkait dalam hal ini dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Boalemo untuk turun langsung ke lapangan. Jangan kita membiarkan kondisi masyarakat seperti itu,” Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here