BNNK Boalemo Gandeng Insan Media Dukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba

0
706

GP Boalemo – Polemik penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia, khususnya di Kabupaten Boalemo masih menjadi faktor utama bagi BNNK Boalemo dalam memerangi masalah tersebut.

Berbagai macam program diluncurkan oleh lembaga negara pencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba untuk menangani permasalahan tersebut dengan harapan bisa menghentikanya.

Terbaru, BNN Boalemo mengeluarkan program Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KORAN) dengan upaya mengantisipasi, mengadaptasi, dan memitigasi ancaman narkoba.

Tak tanggung-tanggung, BNN Boalemo menggandeng insan media guna mendukung program Kota Tanggap Ancaman Narkoba dengan mengikutsertakan para jurnalis dalam workshop penguatan kapasitas, Kamis, (07/04/2022).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Andalas Maqna Hotel ini, dihadiri oleh Kepala Bagian Umum BNN Provinsi Gorontalo, Karim Engahu, Kepala BNN Kabupaten Boalemo, Ibrahim Paneo, serta jajaran pegawai BNNK Boalemo.

“KORAN memiliki arti bahwa kota/kabupaten tersebut tanggap akan ancaman narkoba, melalui program ini BNN boalemo berharap ketanggapan yang diupayakan lewat program tersebut berjalan sesuai target pada daerah. Terdapat lima variabel dalam menilai ketanggapan kota/kabupaten terhadap ancaman dan bahaya penyalahgunaan narkoba,” Jelas Kepala BNNK Boalemo.

Dijelaskan Ibrahim, dilibatkannya insan media dalam kegiatan kali ini sebagai bentuk awal kepedulian terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba secara khusus yang terjadi di kabupaten Boalemo.

“Peran media sangat penting dalam pencegahan peredaran Narkoba melalui publikasi dan edukasi yang mendidik generasi muda akan bahayanya Narkoba,” jelasnya.

Terakhir, Ibrahim berharap bahwa insan Media harus berperan aktif serta berkomitmen dalam mencegah peredaran Narkoba sehingga generasi muda dan masyarakat terbebas dari Narkoba.

“Persoalan pencegahan narkoba bukan hal baru lagi di telinga kita, apalagi cara mengantisipasinya. Peran semua elemen masyarakat harus ikut terlibat dalam memberantas persoalan tersebut. Sebut saja guru dan orang tua, dimana peran merekalah dalam memberikan pendekatan secara edukatif bahayanya menyalagunakan obat-obat terlarang ini. Disisi lain peran institusi diharapkan untuk lebih menegaskan komitmen dalam mencegah peredaran Narkoba sehingga generasi muda dan masyarakat terbebas dari Narkoba,” tukasnya. (tikago)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here