Rum Pagau Dorong Kakao Jadi Komoditas Unggulan Boalemo

GP Boalemo – Bupati Boalemo, Rum Pagau, menegaskan kembali komitmennya dalam menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Hal itu ditunjukkannya saat memperkenalkan langsung hasil kakao lokal kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr. Abdul Rony Angkat, S.TP, M.Si., dalam kunjungan kerja di kebun durian miliknya, Rabu (01/10).
Dalam kesempatan tersebut, Rum Pagau secara khusus memamerkan kualitas biji kakao hasil olahan petani Boalemo yang dinilai mampu bersaing, tidak hanya di pasar nasional tetapi juga berpeluang masuk pasar internasional.
Bupati menjelaskan bahwa kakao akan menjadi salah satu komoditas andalan selain kelapa dan jagung. Pemerintah daerah, katanya, berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan sektor kakao, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.
“Pada periode awal saya menjabat, kami pernah menggagas kakao sebagai komoditas pertanian selain jagung. Hari ini saya ingin menunjukkan kepada pemerintah pusat bahwa Boalemo punya potensi besar di sektor kakao. Kualitas biji yang dihasilkan petani kita cukup baik, aromanya khas, dan layak untuk masuk ke pasar ekspor. Tinggal bagaimana kita mengelola dan mendampingi petani agar produksi, penjualan, serta pengolahan bisa lebih maksimal,” ungkap Rum Pagau.

Lebih jauh, Bupati berharap dukungan pemerintah pusat dapat diberikan dalam bentuk program pemberdayaan petani dan bantuan bibit unggul. Menurutnya, dengan pendampingan yang tepat, kakao dapat menjadi sumber ekonomi baru yang kuat bagi masyarakat Boalemo.
“Kakao bukan hanya komoditas lama, tapi bisa jadi sumber ekonomi baru kalau dikelola dengan cara baru. Masyarakat harus mulai melihat ini sebagai peluang usaha,” tegas Rum Pagau.
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan mendorong kepala desa agar ikut terlibat dalam mengembangkan perkebunan kakao dengan pendekatan modern. Diversifikasi tanaman seperti ini, menurutnya, dapat memperkuat ketahanan ekonomi petani sekaligus meningkatkan daya saing Boalemo di sektor perkebunan.







