Sapi Guliran Jadi Ladang Masalah, Pj Kades Polohungo Jangan Bungkam!
GP Boalemo , Tajuk – Program ketahanan pangan di Desa Polohungo, Kecamatan Dulupi, telah berubah dari harapan menjadi bencana administrasi. Hampir seluruh aspek program ini terbukti gagal, dengan indikator paling nyata adalah kekacauan dalam pengelolaan sapi guliran.
Alih-alih memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat, program sapi guliran justru menciptakan sumber persoalan baru. Penjualan indukan dilakukan diam-diam, pembelian sapi baru tanpa mekanisme yang sah, dan seluruh proses bergulir tanpa satu pun musyawarah terbuka. Desa diperlakukan seperti milik pribadi.
Ini bukan sekadar kelalaian ini bentuk pembiaran yang mengarah pada penyimpangan. Uang negara, bantuan rakyat, dikelola tanpa pertanggungjawaban yang layak.
Kini, semua mata tertuju pada Pj Kepala Desa Polohungo yang baru. Tidak ada ruang untuk sikap diam dan kompromi. Jika tidak segera bertindak, maka Pj Kades layak dicap ikut melindungi warisan bobrok ini.
Langkah tegas yang harus segera diambil :
- Seret penanggung jawab sapi guliran sebelumnya untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan program yang amburadul,
- Hentikan praktik penunjukan sepihak dalam pengguliran dan pembelian sapi,
- Terapkan sistem musyawarah terbuka sebagai syarat mutlak untuk setiap keputusan terkait bantuan ternak.
Kegagalan Pj Kepala Desa dalam menertibkan kekacauan ini menunjukkan lemahnya komitmen terhadap amanah. Diam bukan pilihan. Masyarakat menanti langkah nyata, bukan janji kosong. Jangan sampai program yang seharusnya menyejahterakan, justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oleh pihak yang diberi tanggung jawab.







