Tujuh Bulan Hak Tenaga Medis RSUD Clara Gobel Tak Cair, Janji Tinggal Janji

GP Boalemo – Tujuh bulan tanpa bayaran. Itulah kenyataan pahit yang harus ditelan tenaga medis di RSUD Clara Gobel, Kabupaten Boalemo. Jasa medis dari pelayanan pasien BPJS, yang seharusnya masuk ke kantong mereka sejak Januari hingga Juli 2025, tak kunjung dibayarkan.
Janji pencairan awal Agustus hanya jadi kata-kata kosong, meninggalkan tanda tanya besar: di mana kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap garda terdepan pelayanan kesehatan ini?
Penelusuran media ini menemukan bahwa alasan resmi yang disampaikan pihak rumah sakit di salah satu media adalah menunggu penetapan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum pembayaran.
Dalam pernyataan itu, Direktur RSUD Clara Gobel, dr. Rahmawaty Dai, mengakui proses ini sempat tertahan di tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Gorontalo. Namun, informasi terakhir berdasarkan tahapan tersebut sudah selesai. Pertanyaannya, jika harmonisasi telah rampung, mengapa pencairan masih terkatung-katung?
Di tengah ketidakpastian ini, para tenaga medis terus bekerja menangani pasien tanpa henti, sementara hak mereka digantung.
Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari pihak RSUD Clara Gobel.







